Tampilkan postingan dengan label uneg uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg uneg. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Februari 2013
horeee, shio kerbau berjaya...
Iseng-iseng baca berita, ternyata dapat berita soal shio. Menurut pakar shio, pada tahun 2013 ini, shio saya, Kerbau, termasuk yang mendapat keberuntungan. Shio Kerbau adalah tanda kemakmuran bagi pemegang ketabahan dan kerja keras. Sebagai salah satu duga, orang-orang bershio kerbau dapat diandalkan, tenang, dan sederhana.
Kamis, 15 Desember 2011
jadi pengusaha tanpa modal
Kebanyakan dari kita, orang Indonesia, selalu terjebak pada mental blok, yaitu sikap yang membuat kita takut pada sesuatu yang tidak jelas. Akibatnya, rencana atau cita-cita yang telah kita susun tidak pernah terlaksana. Pendek kata, kita selalu mencari-cari alasan pembenar yang menyebabkan rencana atau cita-cita kita tidak pernah terlaksana. Menurut saya, ini adalah penyakit kronis yang sulit disembuhkan kecuali kita berada pada posisi terjepit.
Rabu, 25 Februari 2009
salahkah ikhtiar ke Ponari
Kemunculan sang dukun cilik, Ponari asal Jombang, Jawa Timur, terus menghebohkan negeri ini. Aktivitasnya terus menjadi sorotan publik, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Setidaknya, 10 ribu masyarakat dari berbagai penjuru kota datang ke Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, tiap hari untuk memburu air bekas celupan batu ajaib miliknya.
Rabu, 09 Januari 2008
perda pemberangus hak sipil
Tiga peraturan daerah (Perda) bernuansa agama di Kabupaten Banjar, Perda Ramadhan (nomor 5/2004), Perda Jumat Khusyuk (nomor 8/2005) dan Perda Khatam Alquran (nomor 4/2004), diminta direvisi. Pasalnya, ketiga perda yang dipandang hanya sebatas simbolik itu dinilai telah membatasi kebebasan sipil, dan bahkan dipandang sebagai pemaksaan kehendak.
Senin, 31 Desember 2007
tahun baru untuk kawan
Ini adalah hari terakhir di tahun 2007. Beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun 2008. Banyak harapan yang akan kita ukir di tahun depan, dan banyak pula pahatan kenangan di tahun 2007 ini. Seolah menjadi rutinitas, pergantian tahun selalu diwarnai oleh gegap gempita pesta. Saya akan mengawalinya dengan ucapan, SELAMAT TAHUN BARU 2008, untuk saya, keluarga, dan untuk anda semua kawan-kawan yang aktif di blog ini, dan untuk semua orang.
Selasa, 25 Desember 2007
celometan
Beberapa hari lalu aku ketemu kawan lama. Tidak ada yang berubah dengan penampilan maupun tingkahnya. Masih tetap keras seperti saat masih kerja di tempat yang sama. Padahal, dia harus resign dari kantor lama karena sikapnya yang keras itu. Kini, dia pindah ke kantor baru dengan jenis pekerjaan yang sama, sebagai reporter. Dia merasa, pendapatnya harus dipertahankan sampai kapanpun dan apapun yang terjadi.
Rabu, 19 Desember 2007
guru 911
Bicara tentang lika-liku kehidupan seorang guru memang tidak akan pernah ada habisnya. Kadang mengharukan, kadang menyenangkan, kadang mencerahkan, tapi lebih banyak sedihnya. Seperti halnya pagi tadi, aku ngobrol dengan seorang anggota dewan Banjar dan Kepala Dinas Pendidikan Banjar. Obrolan kami seputar jam kerja guru di wilayah pelosok yang terkenal dengan sebutan 911.
Senin, 17 Desember 2007
tentang filsafat
Banyak kawan mengatakan, filsafat itu berat. Orang-orang yang bergelut di dunia filsafat, kalau bicara atau menulis sulit dipahami orang lain. Kalau sudah bicara, selalu membuat orang terbengong-bengong, entah paham atau tidak. Bahkan ada seorang kawan yang mengatakan kalau orang yang bergelut di dunia filsafat itu suka yang aneh-aneh dan sulit dipahami.
Realitas itu memang benar adanya, setidaknya dari banyaknya komentar-komentar semacam itu dari kawan-kawan. Bahkan, banyak orang yang langsung bilang "wah" saat mendengar kata filsafat. Meskipun, perkataan "wah" itu sendiri juga sulit diterjemahkan.
Realitas itu memang benar adanya, setidaknya dari banyaknya komentar-komentar semacam itu dari kawan-kawan. Bahkan, banyak orang yang langsung bilang "wah" saat mendengar kata filsafat. Meskipun, perkataan "wah" itu sendiri juga sulit diterjemahkan.
Jumat, 14 Desember 2007
mana halaman budayanya?
Akhir-akhir ini, saya sering diprotes para pelanggan Banjarmasin Post (BPost). Alasannya, harian ini sekarang tidak lagi peduli dengan masalah-masalah kebudayaan. Menurut mereka, awalnya, BPost sangat peduli dengan masalah-masalah budaya. Hal itu dibuktikan dengan adanya halaman khusus yang memuat masalah-masalah budaya.
Dulu, kata kawan-kawan ini, BPost sering mengupas masalah puisi, sajak, tradisi orang dayak, atau tari-tarian lokal. Sekarang, hal itu hanya sedikit sekali porsinya. Kalaupun ada, letaknya sangat terpinggirkan, dan dimuat sekali seminggu.
Dulu, kata kawan-kawan ini, BPost sering mengupas masalah puisi, sajak, tradisi orang dayak, atau tari-tarian lokal. Sekarang, hal itu hanya sedikit sekali porsinya. Kalaupun ada, letaknya sangat terpinggirkan, dan dimuat sekali seminggu.
Kamis, 13 Desember 2007
obrolan di warkop
Ngobrol di warung kopi sambil makan wadai (jajanan) pagi ini terasa nikmat. Bukan cuma tema obrolannya yang selalu uptodate, tapi lebih karena anggota komunitas pagi ini yang terasa lebih lengkap. Ada PNS, polisi, kuli bangunan, wartawan dan pedagang.
Memang, tiap pagi, di warung kopi belakang Pemkab Banjar ini selalu ramai oleh orang-orang yang suka ngopi pagi. Awalnya saya agak risih juga pagi-pagi banyak PNS sudah nongkrong di warung. Tapi setelah sekian lama ikut arus, saya jadi paham bahwa kopi pagi plus kue di warung menjadi santapan wajib bagi orang Martapura, dan mungkin sebagian besar orang Banjar (baca: Kalsel).
Warung ini tidaklah besar. Dikatakan warung, sebenarnya juga tidak, karena hanya terdiri dari meja dan sejumlah bangku panjang. Tidak ada dinding penutup yang menandakan tempat itu sebagai sebuah warung. Untuk menghindari panas dan hujan, bagian atapnya ditutup seng apa adanya. Sebagian atap lain hanya ditutup spanduk yang dililit empat tali.
Memang, tiap pagi, di warung kopi belakang Pemkab Banjar ini selalu ramai oleh orang-orang yang suka ngopi pagi. Awalnya saya agak risih juga pagi-pagi banyak PNS sudah nongkrong di warung. Tapi setelah sekian lama ikut arus, saya jadi paham bahwa kopi pagi plus kue di warung menjadi santapan wajib bagi orang Martapura, dan mungkin sebagian besar orang Banjar (baca: Kalsel).
Warung ini tidaklah besar. Dikatakan warung, sebenarnya juga tidak, karena hanya terdiri dari meja dan sejumlah bangku panjang. Tidak ada dinding penutup yang menandakan tempat itu sebagai sebuah warung. Untuk menghindari panas dan hujan, bagian atapnya ditutup seng apa adanya. Sebagian atap lain hanya ditutup spanduk yang dililit empat tali.
Jumat, 30 November 2007
Difitnah
Kebanyakan orang, termasuk saya, difitnah tentu saja sangat menjengkelkan, menyebalkan, dan pasti membuat marah. Namanya juga difitnah, tentu saja apa yang dituduhkan tidak pernah kita lakukan, atau setidaknya tidak benar. Dan untungnya, kita tidak melakukan apa yang dituduhkan itu.
Hanya sebagian kecil saja orang yang tetap tenang ketika fitnah sedang mampir di kehidupan kita. Ada beberapa alasan, karena cuek, karena tidak bisa atau tidak mampu berbuat apa-apa, atau karena sudah bisa mengendalikan diri.
Alasan yang pertama, orang bisa saja cuek kalau kadar fitnah itu terbilang kecil atau hanya sedikit saja orang yang tahu. Untuk alasan yang kedua, kadar fitnah sudah agak berat sehingga kita tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Untuk alasan yang ketiga, terjadi pada orang-orang yang sudah sering melangkah ke arah perenungan tentang diri dan kehidupan.
Hanya sebagian kecil saja orang yang tetap tenang ketika fitnah sedang mampir di kehidupan kita. Ada beberapa alasan, karena cuek, karena tidak bisa atau tidak mampu berbuat apa-apa, atau karena sudah bisa mengendalikan diri.
Alasan yang pertama, orang bisa saja cuek kalau kadar fitnah itu terbilang kecil atau hanya sedikit saja orang yang tahu. Untuk alasan yang kedua, kadar fitnah sudah agak berat sehingga kita tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Untuk alasan yang ketiga, terjadi pada orang-orang yang sudah sering melangkah ke arah perenungan tentang diri dan kehidupan.
Jumat, 23 November 2007
Macet
PASAR TERAPUNG - Pasar terapung Lok Baintan Martapura Kalsel masih eksis hingga kini, bahkan menarik perhatian dunia. Sayangnya, keberadaannya terus gerus oleh perubahan zaman. Kebudayaan darat telah mencampakkannya hingga ke pinggiran peradaban. Celakanya, masyarakat belum sepenuhnya siap menghadapi budaya darat. Akibatnya, kemacetan dan kecelakaan di jalan menjadi pemandangan yang memilukan di Kalsel.
foto: sigit rahmawan abadi, Oktober 2007
Macet
Seorang lelaki berperut buncit tampak marah-marah. Klakson mobilnya, toyota fortuner, dipencetnya berkali-kali. Tak urung, kejadian itu membuat suasana Jalan Ahmad Yani Banjarmasin yang sudah macet menjadi tambah berisik. Udara panas lengkap dengan debu beterbangan, memambah siang yang sudah panas itu menjadi semakin sumpek dan mengesalkan.
Minggu, 18 November 2007
pembunuh jiwa
Perkembangan teknologi benar-benar di luar dugaan manusia. Dulu, awalnya teknologi dibuat manusia untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi untuk mempercepat transportasi dan komunikasi manusia. Tapi kini, teknologi telah berkembang pesat melampaui kemampuan fisik dan daya pikir manusia itu sendiri.
Tidak hanya dalam berhitung dan berpikir saja manusia kalah dibandingkan teknologi semacam computer dan mesin pabrik. Kini, teknologi telah menguasai manusia, bahkan telah berani mengatur manusia sebagai penciptanya. Komputer tidak akan mau melakukan pekerjaannya kalau seorang pemakainya tidak mau menjalankan aturan yang ada di komputer.
Tidak hanya dalam berhitung dan berpikir saja manusia kalah dibandingkan teknologi semacam computer dan mesin pabrik. Kini, teknologi telah menguasai manusia, bahkan telah berani mengatur manusia sebagai penciptanya. Komputer tidak akan mau melakukan pekerjaannya kalau seorang pemakainya tidak mau menjalankan aturan yang ada di komputer.
Selasa, 06 November 2007
Otak cupet
Perubahan jaman ternyata tidak sepenuhnya dapat direspons kalangan perguruan tinggi, termasuk universitas negeri favorit sekalipun. Buktinya, banyak sarjana lulusan perguruan tinggi yang berotak cupet. Saat kuliah, para mahasiswa banyak yang keluyuran dan menghabiskan waktu secara tidak jelas. Suka menghamburkan uang orangtua dan tunjangan dari pemerintah, uang rakyat! Juga banyak yang suka mabok, nyolong dan berbuat maksiat dengan segala alasan pembenarnya.
Bahkan, lebih memalukan lagi, banyak mahasiswa yang terlibat tawuran. Untuk yang satu ini banyak terjadi di Makassar. Nah lho, mahasiswa yang dikenal sebagai kalangan intelektual koq suka berantem, apalagi orang yang pendidikannya lebih rendah, seperti anggota dewan misalnya.
Bahkan, lebih memalukan lagi, banyak mahasiswa yang terlibat tawuran. Untuk yang satu ini banyak terjadi di Makassar. Nah lho, mahasiswa yang dikenal sebagai kalangan intelektual koq suka berantem, apalagi orang yang pendidikannya lebih rendah, seperti anggota dewan misalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)







