Ini dia, satu lagi email dari Anne Ahira yang jagoan marketing di dunia maya itu. Tulisan ini sangat menyentuh dan menarik untuk disimak. Saya yakin, tulisan ini dialami oleh banyak orang. Semoga Anda menemukan banyak manfaat dan ide-ide baru dari tulisan berikut ini. Selanjutnya, silakan menikmati ya...
Teman...
Mungkin saat ini di antara kita ada yang tengah berada dalam "penjara kesulitan". Dan kesempatan yang dimiliki terasa begitu kecil.
Teman...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah... Teruslah berusaha...! Lakukan apa yang bisa dilakukan, sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya. Ingatlah bahwa... KESEMPATAN SEKECIL APAPUN ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA HARAPAN!
Di bawah adalah artikel yang saya janjikan minggu kemarin, yaitu:
"Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Impian?"
Selamat membaca, semoga bermanfaat! :-)
Temanmu,
Anne Ahira
Asian Brain, CEO
http://www.AsianBrain.com
INTERNET MARKETING CENTER
Sigit,
Banyak orang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai dengan impian.
Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi nyatanya biaya tidak mencukupi. Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.
Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin mengharapkan kenaikan profit 10 kali, malah mengalami kebangkrutan. Apa yang kita harapkan, kadang memang tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Berikut adalah 3 langkah atau tips yang bisa Sigit lakukan saat mimpi tidak sesuai dengan kenyataan:
1. Bertindaklah selalu secara fleksibel dan dinamis
Jika Sigit betul-betul ingin menggapai kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan* untuk bisa bertindak secara fleksible dan dinamis terhadap setiap perubahan yang terjadi. Sekarang, saya akan buat sebuah analogi sederhana...
Saat ada badai atau angin topan yang besar, tidak jarang kita melihat pohon yang memiliki batang yang sangat besar tumbang! Apa sebab? Sebab mereka tidak kuat menahan beban yang diterima. Namun coba tengoklah bambu! Karena batangnya yang lentur, maka bambu bisa fleksibel bergerak ke segala arah, dan jarang tumbang! Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita bertindak dan berpikir dinamis dan juga fleksibel, maka kita akan lebih tahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta masalah yang datang.
2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik untuk kita!
Saat kenyataan tidak sesuai dengan impian, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya. Karena, segala sesuatu yang menurut logika kita baik, bisa jadi justru sebaliknya di mata Tuhan!
Berpikirlah selalu positif atas apapun yang terjadi pada diri Sigit. Jangan biarkan satu kegagalan membuat Sigit kecewa, apalagi sampai frustasi dan berlarut-larut. Sigit tahu apa yang saya lakukan jika ada satu mimpi atau keinginan saya tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:
"Sudahlah Ahira, kamu tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Tuhan
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Tuhan tau kamu orang yg baik & bijaksana.
Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"
Saya biasa mengatakannya di depan cermin dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)
Sigit juga boleh coba nanti ;-)
Apa yang saya lakukan di atas itu adalah 'afirmasi'. Afirmasi adalah kata-kata positif yang diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk membentuk citra postif untuk mengurangi sikap-sikap negatif dalam diri kita.
Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/ rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita. Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau AKAN menjadi seperti itu adanya, yang kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi itu sama seperti DO'A.
Okay, sekarang selanjutnya! :-)
Meski saat ini apa yang kita harapkan belum sesuai dengan impian, namun kita
harus....
3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!
Saat kita mengalami kegagalan, lebih baik instropeksi diri daripada menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang! :-) Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita menjadi sombong, dan karena saking sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)
Sigit, setiap kemenangan itu lebih baik dirintis dari setiap peluh kita! Akan lebih baik jika kemenangan itu kita dapatkan setahap demi setahap. Banyak orang sukses, tapi kemudian mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi, ada yang tidak. Liku hidup setiap manusia memang tidak sama.
Tapi ingat, kesempatan untuk menang itu selalu terbuka bagi siapa saja, tanpa terkecuali! Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak terkira banyaknya dari Tuhan, masih banyak yang menggantung di langit! :-)Sekarang tinggal bagaimana cara Sigit! Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan turun dengan sendirinya?
Saya sarankan, jangan pernah memilih yang kedua :-)
Kita semua tahu bahwa yang namanya kemenangan itu seringkali dimiliki oleh mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!
The last but not least...Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain...
Okay Sigit, sampai ketemu minggu depan!
Senin, 26 Oktober 2009
Saat kenyataan tak sesuai impian
Diposkan oleh
panta-rhei
di
6:46:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: email dari Ahira, Inspirasi, jejak kedalam, rumah kehidupan, the secret
Minggu, 06 September 2009
email dari Anne Ahira
Sebetulnya saya sudah sering dapat email dari Anne Ahira. Isinya, semuanya luar biasa bagus. Dia adalah motivator bisnis sekaligus guru internet marketing terbaik Indonesia saat ini. Saya memilih email ini untuk sekadar sharing dengan pembaca milirwae karena isinya sejiwa dengan blog ini. Email ini berisi tentang mimpi2 dan keyakinan terhadap segala sesuatu. Pelajaran yang bisa kita petik adalah, bahwa jika kita yakin terhadap sebuah mimpi, maka mimpi itu akan betul-betul menghampiri kita.
Baiklah, tak perlu panjang lebar saya menjelaskan, silakan anda nikmati perjalanan batin seorang internet marketing terbaik Indonesia ini. Email ini saya copy paste apa adanya, tak ada sedikitpun yang dikurangi atau ditambah. Selamat menikmati.
Untuk....
Sigit Rahmawan - Temanku Yang Luar Biasa!
Hari ini saya tidak menyuguhkan artikel, tapi
saya ingin berbagi cerita. Mudah-mudahan
dari pengalaman saya kali ini Sigit bisa
memetik sebuah pelajaran berharga.
Yuk kita mulai..! :-)
Sigit...
Sejak kecil saya selalu ingin berkelana...
Saya ingin terbang, tinggi, bebas, lepas,
seperti burung...
Lalu akhirnya dengan menjadi seorang
"Internet Marketer", saya bisa mendapatkan apa
yang saya inginkan, pergi melanglang buana,
ke banyak negara.
Nah, beberapa waktu yang lalu saya pergi
ke Korea, dan perjalanan saya ke Korea
menyisakan banyak kenangan yang ingin
saya ceritakan kepada Sigit.
Hari pertama waktu saya menginjakan kaki
di Seoul, saya berkata .."Kaki, hari ini kamu
jadi Raja. Saya akan mengikuti segala keinginanmu,
silakan kamu berjalan, ke mana pun kamu mau...
saya akan mengikutimu!".
Itu memang kata-kata yang sering saya
lontarkan setiap kali saya pergi ke luar negeri.
Berkomunikasi dengan kaki, memang konyol
kedengarannya, tapi saya tidak mengada-ada
bahwa yang sering terjadi malah hal yang
saya anggap luar biasa!
Saat saya memberi kaki keleluasaan untuk
membawa saya ke manapun dia mau, dan
TANPA PETA, dia sering membawa saya
ke tempat-tempat yang pernah saya impikan
dari dulu! Aneh? Tapi memang nyata!
Sepertinya kaki ini tahu apa keinginan
saya waktu dulu, dan dia menyimpannya
di 'memori kaki' hingga akhirnya dia
membawa saya ke sana!
Begitupun pada perjalanan kali ini...
Kaki saya telah membawa saya ke tempat
yang saya anggap luar biasa!
Kita 'back flash' dikit ya...! :-)
Ceritanya dulu Sigit, waktu kecil
saya senang sekali nonton film kung-fu. Saya
masih ingat dibelikan sepatu kung-fu oleh
mama saya dan selalu saya pakai setiap
hari tanpa mau dilepas! LOL ;-)
Waktu itu saya membayangkan kalau saya
adalah bagian dari sebuah kerajaan kuno,
dan tinggal di tempat Raja!
Setiapkali sebelum tidur, saya suka ngomong
sendiri 'cang cing cong' membayangkan saya
sedang ngobrol dengan sekumpulan prajurit
Raja dan saya adalah Ratu mereka atau salah
satu pendekar dari kerajaan mereka.
(mimpi saya memang kekencengan! haa.. ^_^)
Kembali ke masa sekarang...
Nah, hari pertama saat saya tiba di Seoul
Korea, saya memutuskan untuk jalan-jalan
sore. Sampai saya tiba di sebuah
persimpangan jalan....
Mata saya sebenarnya melirik ke sebelah
kanan, karena di sebrang sana terlihat ada
pameran dan kelihatannya cukup rame!
TAPI... ini kaki kok maunya mengajak saya
untuk terus berjalan ke arah yang
berlawanan (ke arah kiri)! Waktu saya
lihat, di sebelah kiri itu malah tidak
ada apa-apa! Kosong!
Tapi saya pikir saya tidak mau berkhianat.
Hari ini khan kaki menjadi Raja, jadi saya
ikuti saja keinginanan dia daripada
keinginan mata. Hehe..
Setelah berjalan beberapa saat, tiba-tiba
saya mendengar suara tetabuhan...
Dung...Dung...Dung...Dung.... dan suara itu
datangnya persis dari arah di mana kaki
saya mengajak saya untuk berjalan!
Dalam hati saya bertanya... "Mau mengajak
kemana kamu kaki?"
Saya ikuti suara itu, sesuai arah ke mana
kaki ingin berjalan! Semakin keras suara
tetabuhan itu terdengar, semakin kaki ini
mengajak saya untuk berlari.
Sampai akhirnya saya ada di tempat ini...
=> http://www.asianbrain.com/img_ahira/korea/hira.jpg
Coba KLIK link di atas! Dan lihat fotonya!
Saya langsung terdiam, kaget, dan tercengang!
Tubuh saya tiba-tiba terasa gemetar dan saya
seperti melayang! Bagaimana kaki saya bisa membawa
saya ke tempat ini tanpa rencana, dan tanpa peta?
Kota Seoul itu sangat LUAS. Tapi bagaimana kaki
bisa mengajak saya untuk berjalan *pertama kali*
ke tempat yang satu ini..? Tempat yang
pernah saya impikan waktu saya kecil dulu, di
mana saya ingin berdiri di dekat sekumpulan
prajurit Raja!! Mimpi itu 'tlah menjadi kenyataan!
Dan saya pun menangis...
Saya menangis...sebagai tanda syukur kepada
Yang Maha Kuasa. Dia BEGITU mencintai saya.
Segala mimpi saya selalu Dia kabulkan.
Ya! Mimpi saya sekecil apapun, meski saya
harus menunggu selama 20 tahun, tapi Dia
mengabulkannya! Mengabulkannya...!
Untuk kebanyakan orang mungkin melihat
pemandangan itu merupakan hal biasa, tapi
bagi saya itu LUAR BIASA! Karena pemandangan
yang saya lihat waktu itu PERSIS sama
seperti yang ada dalam bayangan saya dulu!
Saya ingin memberi tahu Sigit...
Waktu kecil saya pernah menggunting sebuah
foto untuk kemudian saya perbanyak foto itu
dengan cara di foto copy, lalu saya tempelkan
foto tersebut pada gambar kota-kota di dunia.
Waktu kecil saya tidak bisa cetak foto karena
nggak punya uang, jadi mampunya cuma foto copy!
hehe..
Saya bilang kepada mama saya "Satu saat saya
akan keliling dunia".
Setiap orang yang masuk ke kamar saya waktu
itu pasti ketawa, karena mereka melihat foto
saya yang berbentuk foto copy nempel di
dimana-mana.
Ya, saya tempelkan satu per satu foto saya
pada gambar yang berbeda yaitu kota-kota
dunia yang saya ambil dari potongan kalender.
Setiap malam sebelum pergi tidur, saya selalu
pandangi gambar itu satu per satu. Mengkhayal
"Oh iya..ya.. saya tadi sudah dari sana".
Konyolnya, waktu kecil saya juga sering menulis
surat ke Kedutaan Besar setiap negara, minta
informasi tentang negara-negara mereka,
seolah-olah saya mau pergi ke negara mereka
bulan depannya!
"Tolong Pak, kirimkan segera informasi tentang
negara Anda, berikut peta-petanya ya! Karena saya
mau kesana" haha!
Secara logika, siapapun waktu itu mungkin
berfikir "Bagaimana bisa seorang Ahira keliling
dunia? Ibunya hanya seorang penjual pisang goreng
keliling, bapaknya buruh pabrik biasa yang juga
punya kerja tambahan sebagai sopir angkot"
Tapi Sigit percaya jika saya katakan
SEMUA kota/negara yang gambarnya pernah saya tempel
waktu dulu akhirnya semuanya bisa saya kunjungi!
Dan saya pergi bukan dapat ongkos dari orang
lain (spt ongkos dari pemerintah atau perusahaan),
melainkan dari hasil keringat & kerja keras sendiri.
Yaitu dari usaha saya menjalankan Internet Marketing.
Kalau dulu hanya angan-angan, sekarang saya
bisa pergi kapan pun dan ke manapun saya mau!
Setiap berkelana, saya selalu menginap di hotel
bintang 5, menikmati pemandangan yang luar biasa,
dan masih banyak lagi...!
Nah, anehnya, tidak jarang setiap kali saya pergi
ke suatu negara, saya sering punya perasaan
"Kayaknya saya pernah ada di sini deh?!"
Mungkin karena saya pernah memimpikannya dulu?
Entahlah... Yang jelas, saya memang tidak
pernah punya keraguan sedikitpun saat saya
bermimpi!
Saya selalu membiarkan mimpi saya mengalir
apa adanya, tidak pernah ada penolakan dalam
pikiran... hingga semua itu benar-benar datang
dan menjadi kenyataan!
Nah, pelajaran apa yang bisa Sigit ambil
dari pengalaman saya di atas?
Hari ini saya akan menuliskannya dalam satu
kalimat...
......."Masa depan adalah milik siapa yang
percaya pada keindahan mimpi mereka". :-)
Semoga pengalaman saya bisa menjadi inspirasi
untuk Sigit!
Salam hangat selalu,
dari temanmu...
Anne Ahira
AsianBrain.com, CEO
N.B.: Di bawah adalah beberapa foto perjalanan
saya selama di Korea:
=> http://www.asianbrain.com/korea
=> http://www.asianbrain.com/korea/foto2.php
Dan ini kebetulan ada satu video saya di YouTube
yang diupload oleh Staff saya waktu saya liburan
di Amerika:
=> http://www.youtube.com/watch?v=9vqAbqfQyQY
-------------------------------------------
PT. Asian Brain Internet Marketing Center
Jl. Bojong Sereh No. 668 Bandung 40376
Jawa Barat - INDONESIA
Tlp. (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax (022) 5947-999
SMS: 081.320.6888.98
selamat bermimpi, dan yakinlah mimpi itu akan menghampiri anda...
Diposkan oleh
panta-rhei
di
8:06:00 PM
1 komentar
Link ke posting ini
Label: email dari Ahira, Inspirasi, jejak kedalam, kisah, rumah kehidupan, the secret
Kamis, 30 April 2009
modal nekat
Saat chating di facebook, teman lama mengingatkanku tentang masa lalu. Aku jadi kepikiran juga untuk sekadar sharing di blog ini. Kejadian ini terjadi pada 1995-1997. Seperti biasa, pada bulan Juni-September, biasanya aku selalu travelling untuk mengisi liburan panjang kuliah.
Tahun 1995, usai ujian akhir, aku jalan-jalan ke Lombok, tahun 1996 aku jalan-jalan ke Bali, tahun 1997 aku balik lagi ke Bali. Namun, perjalananku ini bukanlah pesiar yang mewah, tapi perjalanan nekat yang penuh risiko. Bisa dibilang nekat karena biayanya yang teramat minim. Maklumlah mahasiswa, anak kost lagi.
Tahun 1995 adalah pertama kali aku ke Bali. Keinginan ke Bali sudah aku idamkan saat masih SMA, tapi baru kesampaian saat kuliah di Jogja. Saat itu, di tangan cuman ada uang Rp 100 ribu. Aku memutar otak bagaimana dengan uang segitu bisa sampai ke Bali. Uang itu aku belikan beberapa bungkus mie instan, satu roll film, dan beberapa makanan ringan lain, dan beberapa kilogram beras.
Akhirnya, uang di tangan tinggal Rp 60 ribu. Semua bekal itu aku masukkan dalam tas ransel bersama dengan peralatan naik gunung, seperti nasting plus parafin dan kompornya. Tak ketinggalan kamera poket murahan dan pisau lipat. Aku memutuskan untuk berangkat sendiri karena tak ada satu temanku yang mau diajak hidup nekat.
Aku memulai perjalanan dari Stasiun Kereta Api Lempuyangan Jogja. Saat itu ada kereta jurusan Jogja-Banyuwangi dengan harga tiket cuman Rp 7.000, tahun 1996 harga tiketnya menjadi Rp 9.000 dan berubah jadi Rp 15 ribu pada tahun berikutnya. Nama keretanya Sri Tanjung. Berangkat pagi dari Jogja, sampai Banyuwangi pukul 22.00 WIB.
Sampai di Stasiun Banyuwangi jalan kaki ke penyeberangan Ketapang. Kalau tidak salah, saat itu ongkos ferry cuman Rp 1000 per orang. Di penyeberangan ini aku mencoba mencari truk tumpangan sampai Denpasar. Akhirnya ada juga kernet truk yang baik hati memberi tumpangan. Lumayan bisa sampai Denpasar gratis. Pendek kata, saat itu aku bisa berjalan-jalan (bener-bener jalan kaki plus numpang truk) selama seminggu di Bali, dan bisa sampai Jogja lagi dengan selamat.
Hari ketiga bermalam di Pantai Kuta menggunakan tenda dome, aku didatangi beberapa preman. Mereka minta barang-barangku. Tak ingin mati konyol, karena kalah jumlah (dan tak kenal medan) aku pasrah saja saat digeledah. Saat itu, aku hanya bisa berdoa. Seluruh isi tas, dompet dan baju saya digeledah. Sesekali aku mencoba mengajak ngobrol sok akrab. Setelah puas menggeledah, dan tidak menemukan barang berharga, termasuk uang, mereka malah kebingungan. Salah satu dari mereka bertanya, bagaimana bisa bertahan hidup dan pulang ke Jogja tanpa uang dan perbekalan? Aku pun menjawab sekenanya. Aku bilang hal itu sudah biasa aku lakukan.
Mereka malah memberi respon positif. Mungkin mereka iba dengan nasibku yang lontang lantung tanpa perbekalan, atau malah pusing melihat sikap nekatku. Ingin memberi respon positif pula, aku mencoba membuatkan mereka kopi dengan sisa-sisa perbekalan yang ada. Setelah beberapa lama ngobrol, kami pun jadi semakin akrab. Dan sungguh di luar dugaan, saat saya pamit pulang keesokan harinya, mereka memberiku uang saku Rp 20 ribu dan beberapa potong baju pantai. Mereka bilang baju itu hasil mengutil pengunjung pantai. Ingin memberi rasa hormat, aku menerima pemberian itu, meskipun dalam hati aku menolaknya.
Tahun berikutnya, saat ke Lombok, aku ketemu dua orang gila. Dua orang teman dekat, Suranto (alm) dan Daniel yang mau diajak hidup nekat. Dengan uang yang teramat minim, aku bisa keliling Lombok plus naik Gunung Rinjani. Keren, foto-foto di puncak dan liburan di Segara Anakan tiga hari tiga malam. Saat pulang, sampai di Stasiun Lempuyangan, uang kami bertiga tinggal Rp 400 perak. Aku masih ingat uang itu kami belikan nasi dua bungkus tanpa lauk dan kami makan bertiga. Untuk diketahui, karena tidak ada uang untuk beli makan di perjalanan, kami hanya makan mangga mentah pemberian seorang teman. Perut kami sempat sakit melilit karena lapar dan masam.
Begitu juga tahun 1997, aku ditemani dua teman gila yang lain, Budi dan Simeon. Kali ini, selain keliling Bali, kami juga naik Gunung Agung, Gunung Semeru di Malang, dan Gunung Merapi di Jogja. Seperti tahun-tahun sebelumnya, uang yang kami bawa juga sangat minim. Untuk makan, kami hanya mengandalkan mie instan.
* * *
Ya, nekat memang sifatku. Aku berpikir, jika tidak nekat, maka tidak ada perubahan. Dengan gaji minim, jika tidak nekat utang, ya tidak bakal punya apa-apa. Pernah juga, aku bawa sepeda motor rusak dari Rembang ke Jogja. Yang harus aku tanggung, macet puluhan kali, ndorong gak kehitung lagi, bersihin busi motor juga gak kehitung. Tapi tetap saja sampai Jogja. Jika perjalanan normal tujuh jam, aku menempuhnya selama 15 jam.
Tapi, beberapa tahun kemudian, aku baru sadar bahwa sikap nekat memang sangat dibutuhkan. Terutama untuk memecahkan hal-hal mendesak. Dan setelah saya merenung, aku bisa berkeliling ke banyak kota, menjejakkan kaki ke beberapa puncak gunung, dan memenuhi beberapa keinginanku hanya dengan modal nekat.
Beberapa psikolog bahkan mengatakan, dalam sebuah kenekatan terdapat sebuah tenaga yang dahsyat. Nekat biasa muncul bila seseorang berada dalam keadaan kepepet (terjepit). Dan manusia bisa melakukan hal-hal besar di saat sedang kepepet. Jadi jangan heran bila seseorang bisa berlari lebih cepat dari sepeda motor bila sedang ketakutan melihat hantu atau dikejar tramtib. Seseorang bisa melakukan hal-hal di luar kewajaran saat ingin memenuhi rasa cintanya kepada seorang kekasihnya.
Tenaga luar biasa yang bisa keluar dari kondisi kepepet atau nekat, bagaikan gunung di dalam lautan. Yang kelihatan cuman kecil, tapi tenaganya luar biasa besar di dalam laut. Kabar baiknya, tenaga super ini bisa dipelihara dan dikeluarkan sesuai kemauan kita. Asal kita tahu caranya. Beberapa motivator dunia juga menggunakan tenaga super ini untuk mendorong tercapainya cita-cita para klien mereka.
Diposkan oleh
panta-rhei
di
5:39:00 PM
3
komentar
Link ke posting ini
Label: jejak kedalam, kisah, rumah kehidupan
Jumat, 24 April 2009
datang di saat tepat
Keajaiban itu akhirnya datang lagi menghampiriku. Kini, aku jadi semakin tambah bersemangat menapaki hari-hari di pengujung bulan ini. Terima kasih Tuhan, kau kirimi lagi aku rejeki tak terduga. Aku masih tetap yakin, dan selalu yakin, Kau pasti selalu datang di saat-saat sedang aku butuhkan.
Kisah ini terjadi Minggu,19 April, malam. Minggu itu, adalah hari pertamaku masuk kerja setelah seminggu cuti. Seperti biasa, setelah cuti, biasanya kondisi keuangan dipastikan morat-marit. Tapi beruntung, meski pas-pasan, aku tidak sempat gali lobang. Dan aku yakin, aku bisa bertahan hingga hari gajian tiba.
Sebetulnya, ada dana cukup besar. Hanya saja, uang itu masih dipakai saudara, dan aku tak tega menagihnya. Aku merasa, uang itu lebih tepat berada di tangannya karena dia lebih membutuhkannya. Aku mencoba untuk tetap ikhlas meski sebetulnya sangat membutuhkan dana segar. Rasa ikhlas selalu aku pegang teguh, karena biasanya, jika dikaitkan dengan rejeki, bisa menjadi kunci pembuka keberlimpahan.
Secara umum, cuti kali ini aku cukup puas. Aku bisa menghadirkan sedikit kebahagiaan kepada keluarga dan orang-orang yang aku sayangi. Terlebih lagi, aku bisa menengok keluarga yang sedang sakit dan meninggalkan sedikit oleh-oleh untuk mereka. Orang bilang, menengok orang sakit dan silaturahmi bias memanjangkan umur dan mendatangkan rejeki.
Kembali ke cerita hari Minggu kemarin. Tiba di kantor, aku langsung dihantam dengan segepok pekerjaan. Dengan sedikit agak canggung karena seminggu tak memegang komputer, aku agak kikuk juga bekerja. Tapi syukurlah, dengan tetap berpegang pada ikhlas, akhirnya pekerjaan itu rampung juga.
Pulang dari kantor, aku memutuskan ngojek. Istri tak bisa jemput karena si rhei sedang tidur. Biasanya, banyak ojek berseliweran di depan kantor, tapi kali itu tak ada yang lewat. Aku coba untuk jalan kaki dengan harapan di jalan ketemu tukang ojek. Dan ternyata benar, setelah berjalan kaki sekitar 200 meter ada tukang ojek menghampiri. Saat itu aku berniat beli makan dulu baru pulang. Ternyata, warung nasi langgananku tutup. Dengan agak kecewa aku pulang. Kecewa karena harus bayar ojek dua kali. Sebetulnya ongkos ojek tidak mahal, tapi berhubung sedang dalam kondisi pengiritan, hal itu cukup membuatku agak jengkel..
Pada posisi ini, aku tetap meyakinkan diri agar tetap sabar. Aku yakin, dengan bersabar, semua masalah bisa terselesaikan dengan baik. Tiba di rumah, karena kelaparan, aku mengambil mobil untuk membeli makan. Baru berjalan 300 meter, ternyata mobil mogok. Pusing juga saat itu. Aku starter berkali-kali tak mempan. Aneh juga rasanya, karena mobil itu cukup terawat mesinnya. Kecuali bodinya yang agak lecet-lecet akibat perbuatan teman-teman yang kelewat kreatif. Membuat corat-coret di mobil orang.
Untuk masalah goresan di mobil ini, aku sempat sangat kecewa. Betapa tidak, mobil ini baru saja aku cat ulang secara total. Tapi baru satu bulan dipakai sudah banyak lecet-lecet, padahal kami sangat berhati-hati memakainya. Yang lebih mengecewakan lagi, goresan itu terjadi di kantor sendiri. Tapi ya sudahlah, sifat orang memang berbeda, ada yang baik, ada yang tidak. Dua sifat berlawanan itu diciptakan Tuhan sebagai penyeimbang alam. Akhirnya, dengan sekuat tenaga, aku mencoba untuk selalu bersabar dan ikhlas. Tiap kali aku melihat ada goresan baru, aku selalu memaksakan diri ini untuk tetap ikhlas meski terkadang sangat berat. Kata orang, jika kita didzolimi ada dua hal, yang mendzolimi diberi hukuman setimpal atau kita diberi kelimpahan rezeki. Namun, aku selalu berharap yang kedua.
Kembali ke mobil mogok. Akhirnya mobil aku tinggal. Aku jalan kaki ke sebuah bengkel. Hasilnya nihil, karena pegawai bengkel sudah pulang. Aku pun kembali ke mobil. Mencoba beberapa kali menstater dan membuka kap, tapi tetap tak berhasil. Aku sempat kebingungan, lupa bawa hp lagi. Apesnya lagi, anjing herder milik rumah di dekat mobil mogok menyalak terus. Takut juga dikira pencuri mobil. Beberapa orang yang lewat juga melempar tatapan curiga. Dalam kondisi itu, praktis aku hanya bisa berharap keajaiban datang.
Ternyata Tuhan memang selalu datang pada saat dibutuhkan. Penghuni rumah di dekat mobil mogok keluar rumahnya dan menghampiriku. Mungkin tak tahan mendengar bunyi starter mobilku berkali-kali, atau mungkin jengkel dengan suara anjing tetangga sebelah yang menyalak-nyalak terus. Dia bilang ingin menolongku, tapi dia tidak tahu masalah mesin. Akhirnya, kami pun mendorong mobil itu ke rumahku, untuk di service besok pagi harinya. Aku pun mengucapkan terima kasih kepada penolongku, namun dia tidak mau kuajak mampir.
Masuk rumah, aku ambil sepeda motor dan langsung pergi beli makan. Di warung makan, aku lihat ada orang tua meminta-minta. Penampilannya lusuh. Dengan menghiba, dia meminta sedekah. Takut uangku kurang, aku memastikan harga makan ke penjualnya. Setelah membayar makan, aku serahkan semua sisa uangku ke orang tua itu. Puas rasanya bisa menolong orang di saat aku sedang sempit. Aku lihat, orang itu tersenyum puas. Aku pun ikut senang.
Menuju rumah, iseng-iseng aku mampir ke ATM. Aku ingat betul salah satu ATM-ku masih ada isinya sekitar Rp 350 ribu. Aku berniat mengambil Rp 300-an ribu untuk jaga-jaga. Rekening ATM ini, memang aku buka secara khusus untuk bisnis online. Namun, lima bulan terakhir, aku sudah tidak aktif lagi di bisnis ini. ATM aku masukkan ke mesin, lalu aku cek saldo. Aku pun terkejut. Ternyata jumlahnya membengkak menjadi Rp 1,5 juta. Karena tak percaya, aku cek sekali lagi, tapi tetap tak berubah, isinya tetap Rp 1,5 juta. Alhamdulillah, saat itu aku pun cuma bisa terpana.
Karena penasaran, keesokan harinya aku cek email. Ternyata ada beberapa email yang isinya mengenai pembayaran komisi untukku. Sekitar tiga bulan lalu, aku juga pernah baca email soal pembayaran komisi, tapi aku tak menyangka jumlahnya mencapai Rp 1 juta lebih. Alhamdulillah. Dan kini, aku pun semakin yakin, Tuhan selalu datang pada saat yang tepat…
Diposkan oleh
panta-rhei
di
2:23:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: kisah, rumah kehidupan
Kamis, 02 April 2009
semua pasti dikabulkan
Bila anda suka berpikir negatif, jorok, suka menjelek-jelekkan orang lain, atau berpikir tentang kejahatan, maka berhati-hatilah. Karena, bisa jadi hal itu justru akan menimpa diri anda sendiri. Jika anda melakukan hal negatif itu setiap waktu dan terus-menerus, maka hal-hal itulah yang akan melingkupi kehidupan anda sehari-hari. Jika saat bangun tidur, yang terlintas dalam pikiran anda adalah kekalutan dan keresahan, maka anda akan didera keresahan seharian.
The secret karya Rhonda Byrne yang fenomenal itu mengatakan, manusia ini merupakan bagian dari sebuah sistem mekanis alam semesta yang maha dahsyat itu. Jadi, tubuh mungil manusia yang masih suka meriang kalau kena hujan, suka melepuh karena kesenggol lilin, suka benjol karena ketimpuk batu, ternyata punya andil yang cukup dahsyat dalam proses peredaran alam semesta ini. Itu terjadi karena manusia dikaruniai pikiran yang terhubung langsung dengan sistem mekanis alam semesta.
Jadi, pikiran manusia itu ibarat sebuah pemancar gelombang radio yang terhubung langsung dengan alam semesta. Jika anda memutar gelombang radio FM, jika belum pas gelombangnya, maka akan keluar suara mendesis yang sangat mengganggu. Tapi jika gelombangnya sudah pas, sudah fokus, maka akan terdengar suara yang sangat jernih. Begitu juga dengan pikiran manusia. Bila kita berpikir tentang sesuatu secara terus-menerus dan fokus, maka alam semesta akan mengirim apa yang kita pikirkan itu secara jernih [fokus] pula.
Maka dari itu, jika anda ingin kaya raya, ingin pandai, ingin terbebas dari hutang, ingin dapat pekerjaan sesuai keinginan anda, ingin masuk surga, ingin dapat jodoh yang istimewa, ingin jadi pengusaha atau apapun keinginan anda, maka fokuslah. Pikirkanlah keinginan anda itu setiap hari, setiap waktu. Jika anda fokus, maka keinginan-keinginan dalam pikiran anda itu akan diwujudkan oleh alam semesta (baca: Tuhan).
Dalam sebuah pengajian saya pernah mencatat kata-kata seorang ustadz, Tuhan akan mengabulkan setiap permintaan umatnya (karena Tuhan Maha Pemberi, Tuhan Maha Pemurah). Tapi, Tuhan juga melihat kesiapan umatnya dalam menerima pemberiannya. Karena, bisa jadi manusia belum siap ketika dijadikan seorang milyuner, orang belum siap bila tiba-tiba diberi rejeki yang melimpah. Jika ini terjadi, akibatnya bisa menjadi tambah kacau.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu, kata ustadz itu, Tuhan akan mengabulkan setiap permintaan umatnya dalam bentuk atau jumlah yang lain (yang lebih sesuai), atau menunda waktu pengabulannya, atau menolaknya demi kebaikan umatnya itu.
The Secret menjelaskan: beruntunglah manusia, karena Tuhan (alam semesta) tidak langsung mengabulkan setiap permintaan pikiran manusia saat itu juga. Karena, bisa jadi permintaan manusia itu merupakan kejelekan bagi pihak lain, atau bisa mencelakakan diri sendiri. Maka dari itu, dengan adanya tenggang waktu terkabulnya setiap permintaan, manusia bisa merenungkan kembali setiap permintaannya. Untuk itu, selamat berpikiran positif, selamat menikmati hari-hari indah anda, dan mari hilangkan pikiran negatif yang mencelakakan.
Diposkan oleh
panta-rhei
di
4:17:00 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Label: jejak kedalam, rumah kehidupan






