Kamis, 15 Maret 2012

kalau takut, ya bikin jembatan...


Kebanyakan karyawan, termasuk saya dan teman di kantor punya keinginan mempunyai usaha sampingan. Selain untuk menambah penghasilan, juga sebagai jembatan jika suatu saat sudah mantap untuk pindah kuadran seperti yang disarankan Robert Kiyosaki.
Kiyosaki dalam tiap seminar dan tulisannya selalu menyarankan agar karyawan berani potong kompas untuk cepat-cepat beralih kuadran dari kiri ke kanan. Tentu saja dengan beragam argumen atau alasan khusus, disertai suntikan motivasi.


Tapi kebanyakan karyawan, terutama yang sudah berada pada zona nyaman (meskipun sebetulnya tidak benar-benar nyaman) tidak berani potong kompas. Selalu ada keraguan untuk memindah nasib dari kiri ke kanan. Tapi itu bisa dimengerti karena untuk melangkah ke zona baru memang diperlukan keberanian. Diperlukan mental yang kuat untuk menerima kenyataan dari kebiasaan menerima gaji bulanan ke zona ketidakpastian penghasilan.

Untuk menyikapi ketakutan yang sebetulnya tidak benar-benar menakutkan itu bisa diakali dengan menyiapkan diri. Ini sangat diperlukan karena untuk memulai sesuatu di zona baru memang diperlukan kerja keras, baik fisik maupun mental. Jika persiapan itu telah dipegang, tentu saja pindah zona bukan lagi menjadi masalah.

Tung Desem Waringin pun mengakui bahwa keraguan dan kekhawatiran memang wajar dirasakan oleh orang-orang yang baru akan terjun ke dunia bisnis. Mimpi bisa membangun usaha sendiri kerap tertunda karena adanya kekhawatiran itu. Bahkan, bagi yang sudah menyiapkan segalanya, termasuk mempunyai segudang rencana, juga takut untuk melangkahkan kaki pindah zona.

Langkah pertama untuk mulai pindah zona merupakan titik yang paling menentukan. Jika ragu dan takut melangkah, maka tidak akan ada perubahan dalam hidup Anda. Jika langkah pertama telah dimulai, yakinlah ada 1.000 jalan menuju Roma. Jika ingin tahu apa yang harus dilakukan untuk memulai langkah pertama, bisa membaca tulisan saya sebelumnya, "langkah ketjil."

Untuk mengalahkan ketakutan dan keraguan, diperlukan keinginan dan alasan yang sangat kuat. Ini bisa dilakukan dengan cara berdialog dengan diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda sendiri "Jika tetap di sini, masa depan saya seperti apa. Tapi jika melangkah, hasilnya akan seperti apa." Batu sandungan atau hambatan pasti akan selalu ada, termasuk saat Anda masih bercokol di tempat kerja Anda saat ini. Dengan mempersiapkan diri secara matang, bisa meminimalisasi dampak negatif batu sandungan yang bisa saja menimpa, meskipun batu sandungan itu tidak selalu ada.

Nah, jika masih belum punya rencana ke depan, ada baiknya menyimak lima langkah yang harus dipersiapkan jika akan memulai usaha atau pindah zona. Lima langkah ini adalah tips dari Tung Desem Waringin untuk mengawali rencana bisnis.

Pertama, temukan sisi positif lalu fokuslah. Mengapa Anda mau kalah sebelum berperang dengan memikirkan bagaimana kalau gagal? Padahal Anda belum memulai apa-apa. Kekuatan pikiran sangat berpengaruh terhadap tindakan. Maka jangan kaget bila Anda benar-benar gagal jika saat ini Andapunya pikiran gagal. Ubahlah sikap Anda dari "Saya tidak tahu apakah saya bisa" menjadi "Saya bisa memulai bisnis sekarang dan menjadi sukses". Anda bisa mengawalinya dengan hal mendasar seperti survei lokasi, mencari partner, atau menghubungi pemilik waralaba yang Anda incar.

Kedua, mulailah bisnis saat masih bekerja. Bila memang yang Anda takuti adalah hidup kedepan, atasilah dengan memulai bisnis ketika masih bekerja. Kepastian dalam hal keuangan masih Anda miliki apabila bisnis tidak berjalan. Mengurus usaha tentu memerlukan perhatian penuh. Meskipun Anda dibuat repot untuk menyisihkan waktu, percayalah bahwa kerja keras Anda akan berbuah manis nantinya.

Ketiga, lakukan riset. Pelajarilah segmen pasar Anda dengan mengadakan riset pasar. Persiapan ini akan membantu Anda membuat keputusan yang benar dan memberi petunjuk bagaimana harus menjual produk, serta di mana dan siapa yang harus menjualnya. Kekhawatiran Anda akan terhapus dengan visi dan tujuan jelas yang Anda masukkan ke dalam business plan.

Keempat, siapkan "backup plan". Rencana cadangan pasti dimiliki setiap business plan yang baik. Memiliki modal yang cukup tanpa menginvestasikan semua tabungan adalah langkah pertama. Rajinlah menabung dan susun rencana cadangan jika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Pastikan Anda memiliki tabungan yang memadai jika Anda berniat mengundurkan diri dari perusahaan. Sebab bukan hanya usaha yang harus mampu Anda biayai, tetapi juga hidup Anda dan keluarga Anda selanjutnya.

Kelima, lakukan sekarang. Sudah cukup untuk Anda masih terus berpikir dan menunggu. Hanya Anda yang dapat meyakinkan diri untuk membuat keputusan cerdas. Tidak ada alasan untuk Anda masih ragu menjalankan bisnis yang lama Anda idamkan.

Menjadi seorang wirausaha memang dibutuhkan kesiapan mental dalam menghadapi apapun yang terjadi nantinya. Tidak ada orang yang sukses tanpa kegagalan, sebab pelajaran yang baik didapatkan dari segala bentuk kegagalan.

Bagi Anda yang sudah punya ide bisnis, inilah saatnya ide itu dijalankan. Tapi bagi yang belum punya ide, teruslah mencari. Sesungguhnya bisnis bisa dimulai dari rumah kita, bahkan dari kamar tidur atau garasi rumah Anda. Ada banyak usaha besar dan berskala internasional dimulai dari garasi rumah. Tentu saja untuk membentuk usaha besar tidak semudah membalik telapak tangan.

Saya jadi teringat tetangga kost saya saat kuliah di Jogja. Ia punya rumah dengan luas tanah tak lebih dari 200 meter persegi dekat lingkungan kampus UGM. Di situlah sang empunya rumah membentuknya menjadi pusat bisnis yang menjanjikan. Awalnya ia membuka warung kelontong. Selama berjalannya waktu, ia mencoba memenuhi keinginan pasar, dalam hal ini mahasiswa kost di sekitar rumahnya.

Dari sekadar warung kelontong, ia mengembangkannya menjadi wartel, laundry, rumah kost di bagian belakang, dan bisnis lainnya. Satu kamar di bagian depan berukuran 3X4 disewakannya untuk tempat usaha lain. Tak hanya itu, untuk melancarkan usahanya, ia merekrut tetangga dan mahasiswa untuk menjadi karyawannya. Tentu saja gajinya hanya ala kadarnya. Usaha orang ini masih bertahan hingga kini. Dan di kawasan ini selalu terbuka peluang transaksi bisnis lainnya.

Jika dilihat sepintas, usaha ini memang enak. Tapi jelas perjalanan usaha ini memerlukan proses yang sangat panjang. Batu sandungan pasti juga ada, bahkan saya yakin mereka sering menghadapinya. Tapi yakinlah, Tuhan selalu menawarkan 1.000 jalan menuju Roma. Dan jalan ini disediakan hanya untuk orang-orang yang berani mencoba dan melangkahkan kakinya. Seperti saat kita baru lahir, tak tahu harus berbuat apa. Tapi Tuhan selalu membimbing kita melalui sang ibu, ayah, kakak, saudara, dan alam semesta. Hal itu terulang lagi saat kita masuk SD, kita tak tahu harus berbuat apa. Tapi Tuhan selalu membimbing kita dengan mengirimkan teman, guru dan orang lain untuk kesuksesan kita. Amin, semoga menginspirasi...


Banjarmasin, 15 Maret 2012

lanjut......

Kamis, 23 Februari 2012

lebih indah dari sudut yang lain...



"Sesekali, keluarkan jiwamu dari tubuhmu. Lalu lihat sepak terjang tubuhmu. Sesungguhnya dari luar dirimu, engkau akan lebih mudah mengoreksi dirimu" walah kayak ayat aja...


Dunia ini sangat indah. Ya, itulah komentar yang muncul dari orang yang bisa melihat dunia ini secara luas. Ia melihat segala hal tidak hanya dari satu sisi, tapi dari berbagai sudut pandang. Kita tahu, alam ciptaan Tuhan ini dibuat dalam bentuknya yang sempurna, empat dimensi, bahkan multidimensi. Artinya kita bisa melihat sebuah benda atau masalah dari berbagai sudut (pandang). Bisa dari depan, samping, bawah, atas, belakang, atau bahkan latar belakang (tujuan) diciptakannya benda tersebut..
Sayangnya, kita sering hanya melihatnya dari satu sisi. Akibatnya, benda yang semestinya indah itu, jadi terlihat membosankan, bahkan pada saat tertentu terlihat mengerikan. Begitu juga saat masalah menghampiri kehidupan kita. Kita sering menilainya hanya dari satu sisi. Akibatnya, kita selalu dirundung stress yang berkepanjangan. Padahal, masalah yang muncul tidak selalu bertujuan negatif.

Jika kita melihat orang yang sering marah, termasuk saya, sebetulnya kita sedang melihat orang- orang yang merugi. Orang-orang pemarah ini, sekali lagi termasuk saya, adalah orang yang hanya bisa melihat masalah dari satu sisi saja.Para pemarah ini mudah sekali kecewa, tersinggung, dan menganggap satu-satunya pemecahan masalah hanya dengan marah.Padahal kenyataannya tidak.

Contohnya: untuk mendapat jawaban angka 2, seorang pemarah meminta semua orang harus menyebut angka 1+1. Akibatnya, jika orang-orang di sekelilingnya tidak menyebut angka 1+1, ia langsung kecewa dan marah. Seolah-olah, jika tidak ada 1+1, dunia ini kiamat, hmmm. Padahal kalau para pemarah ini melihat dari sudut pandang lain, untuk mendapat jawaban angka 2, bisa didapat dari hal lain, misalnya 4-2, 6-4, 10-8, 0+2 atau dari penambahan dan pengurangan angka-angka yang lain.

Kalau kita mau jujur, sebetulnya Tuhan itu hanya menciptakan kebaikan untuk alam semesta dan penghuninya. Itu tecermin dari sifat Tuhan yang Maha Baik. Dengan Kemahabaikannya, tidak mungkin Tuhan menciptakan kejelekan atau keburukan bagi makhluknya. Lalu kenapa di dunia ini banyak kejahatan, penyakit, atau sesuatu yang dianggap buruk. Jawabannya kembali lagi kepada kita. Mampukah kita melihat sesuatu yang dianggap jelek, buruk atau jahat itu dari sisi yang lain? Terlebih lagi jika kita mau menyelami tujuan Tuhan mengirimkan sesuatu yang kita anggap jelek itu kepada kita? Bergelut dengan masalah ini pun, memunculkan sesuatu yang indah.
Kembali ke sudut pandang. Sebetulnya kita bisa hidup secara menyenangkan dan membahagiakan di dunia ini. Salah satu caranya adalah dengan melihat berbagai hal dari banyak sudut pandang. Melihat masalah dari berbagai sudut pandang tidak hanya membuat kita bahagia dalam hidup, tapi juga bisa mendatangkan kekayaan dan kesuksesan.

Jika kita cermat mengamati kehidupan orang-orang sukses, mereka selalu bisa melihat semua hal dari berbagai sudut pandang. Bahkan kita akan tercengang melihat komentar panglima perang China yang teramat terkenal itu, Tsun Zhu. Menurutnya, "tempat bersembunyi yang paling aman adalah di sarang musuh" nah lho. Tapi kalau kita mau berpikir, memang benar juga. Karena fokus musuh pasti selalu diarahkan ke area musuhnya. Artinya jika kita bersembunyi di sarang musuh, malah luput dari perhatiannya.

Contohnya: di saat semua orang merasa jijik dengan sampah, para pemulung justru bisa menghidupi keluarganya dari timbunan sampah. Di saat kebanyakan orang membuang barang rongsokan, justru banyak miliarder sukses muncul dari besi rongsokan. Di saat kebanyakan orang menghindari utang, faktanya orang-orang terkaya dunia merupakan para pengutang kelas wahid. Di saat kebanyakan orang sibuk kampanye, para tukang sablon kaos justru mengumpulkan rupiah. Dan tentu masih banyak lagi ide yang bisa digali dari tiap hal. Tentu saja, harus bisa membidiknya dari sudut pandang yang lain.

Beberapa hari terakhir, teman-teman di kantor sedang ribut-ribut soal tawaran fasilitas gadget terbaru dari manajemen. Seluruh karyawan ditawari gadget terbaru merek Blackberry Onix 2, ipad2 dan Dakota. Gadget itu bisa dimiliki dengan tawaran kredit super ringan tanpa DP dengan cicilan sebesar Rp 150-200 ribu per bulan selama 2-3 tahun.

Tentu saja ini tawaran yang sangat menggiurkan. Apalagi, manajemen memberikan bantuan beberapa ratus ribu rupiah kepada karyawan yang mengambilnya. Contohnya iPad2, saat ini harga di pasaran mencapai Rp 7,8 juta. Tapi karyawan cukup membelinya Rp 7,2 juta dibayar selama tiga tahun. Tentu saja ini tawaran menarik bagi karyawan dengan gaji pas-pasan seperti saya. Selama beberapa hari ditawarkan, ternyata ada yang langsung mengambilnya, ada juga yang ragu-ragu, dan ada pula yang menolak secara tegas.

Seorang teman yang saya tanya berargumen, ia tidak mengambil karena sedang mempersiapkan kelahiran anaknya. Ada pula yang mengaku tidak butuh gadget baru karena yang lama masih bisa dipakai. Ada pula yang mengaku keberatan mengangsurnya. Dan tentu saja ada banyak alasan yang lain. Tapi dari berberapa teman yang saya tanya itu, mereka mengaku sedang membutuhkan uang cash untuk berbagai keperluan.
Dari berbagai argumen itu, bagaimana kalau kita coba melihatnya dari sisi yang lain, misalnya sisi investasi. Nah lho... Ya, saya lebih tertarik bicara soal investasi daripada tabungan. Karena dari yang saya alami selama ini, menabung dalam bentuk uang hanyalah kesia-siaan belaka, walah. Ya, karena sangat jarang pegawai dengan gaji pas-pasan bisa menambung dalam bentuk uang. Jika bulan ini bisa nabung sedikit, akhir bulan ludes karena tangan kita terasa gatal melihat uang tersisa di tabungan. Akhirnya, sisa uang yang tak seberapa itu langsung ludes untuk nonton lah, untuk renovasi rumah lah, untuk jajan, atau untuk keperluan yang hanya bersifat senang-senang sementara saja.

Lalu bagaimana hubungannya dengan investasi? Ini caranya: Katakanlah jika mengambil iPad2 yang harganya (saat ini) di pasaran mencapai Rp 7,8 juta. Setelah kita terima ipad2, langsung saja dijual. (eeee, mase nakal, halah...). Tapi ini cuman iseng aja lho, nanti saya dicekal lagi, hahaha. Kalau memang harganya Rp 7,8 juta di pasaran, jika kita jual lagi sebesar Rp 7,5 juta kemungkinan akan cepat laku. Asal, punya kenalan toko gadget, atau orang-orang yang suka gonta-ganti gadget. Catatan lainnya, asal segel tidak dibuka.

Nah, dari uang itu, kita belikan emas batangan merek Antam (walah). Berdasarkan daftar harga pekan ini, harga emas Antam 10 gramsekitar Rp 5,22 juta. Berarti masih ada sisa uang cash Rp 2,3 juta. Di sinilah investasi dimulai.

Berdasarkan fakta yang terjadi selama berabad-abad, harga emas selalu naik. Tapi berdasarkan fakta yang terjadi di pasar, harga emas naik minimal 20 persen per tahun. Tapi biasanya kenaikan harga emas mencapai 30-40 persen per tahun. Nah, dengan harga emas 10 gram yang mencapai Rp 5,2 juta, kemungkinan besar tahun depan harganya sudah mencapai Rp 6.240.000, tahun kedua mencapai Rp 7.488.000, dan tahun ketiga harganya Rp 8.985.600. Jadi pada tahun ketiga saat ipad lunas, punya emas 10 gram seharga Rp 8.985.600.
Tapi sekali lagi, ini adalah perhitungan kenaikan harga emas minimal, atau 20 persen per tahun. Kita akan tercengang jika melihat fakta di lapangan. Sebagai contoh, harga emas Januari 2007 adalah Rp 180.000, Januari 2008 naik menjadi Rp 260.000, Oktober 2009 seharga Rp 364.500. Pada Januari 2012 harga emas sudah mencapai Rp 500 ribuanlebih. Bahkan ada yang memprediksi pada 2015 mendatang harga emas tembus di atas Rp 1 juta per gram. Jika kita punya simpanan 10 gram, berarti punya tabungan Rp 10 juta lebih.

Itu berbeda jika kita tetap menyimpan ipad sampai tiga tahun mendatang. Selain harganya sudah pasti jatuh, kemungkinan tak laku dijual Rp 2 juta. Selain itu, unsur gaya-gayaannya pasti juga sudah hilang karena ipad2 tahun 2015 nanti sudah sangat ketinggalan jaman, alias uzur. Hitung-hitungan investasi ini tentu saja lebih aman ketimbang kita menyimpan dalam bentuk tabungan uang. Sepanjang sejarah, sangat jarang pegawai dengan gaji pas-pasan bisa menambung uang. Jika bulan ini bisa menabung sedikit, kemungkinan besar akhir bulan atau awal bulan depan langsung kepakai. Dengan menabung dalam bentuk emas, kemungkinan bertahan hingga tiga tahun ke depan lebih besar daripada dalam bentuk uang.

Ya begitulah, dunia ternyata sangat indah bila dilihat dari berbagai sudut pandang. Dan teramat indah untuk selalu disyukuri, amin...

Banjarmasin, 22 Februari 2012

lanjut......

Sabtu, 11 Februari 2012

cara ringan kredit mobil


Bagi pegawai dengan gaji pas-pasan, tapi udah kebelet punya mobil, ada tips asyik nih. Apalagi, saat ini hujan deras sering mengguyur tiap hari. Terkadang ditambah angin kencang lagi. Jadi, naik mobil pasti lebih enak. (pancen enak kok). Selain nggak kehujanan, gak perlu pakai jas hujan seperti saat naik sepeda motor, dan tentu saja lebih nggaya. Mentereng gitu deh, hehe..

Seperti diketahui, angsuran kredit mobil cukup mahal. Jika gaji Anda kurang dari Rp 7 juta, tentu saja akan sesak napas alias ngos-ngosan jika harus ngredit mobil yang saat ini berkisar Rp 4-5 jutaan per bulan. Dengan harga mobil Rp 150 juta hingga Rp 200 jutaan, tentu gaji Anda tidak bakal masuk dipakai mengangsur, alias ditolak dealer gitu deh. Harga segitu untuk mobil kelas keluarga lho, sejenis, Avanza, Xenia, Freed, atau Jazz. Ya, kisarannya naik turun lah.

Nah, dengan gaji yang saya sebutkan di atas, jika ditambah ongkos operasional mobil bulanan, tentu saja bakal sangat berat, apalagi jika Anda sudah punya anak bini. Bininya ganggur, dan anaknya buanyak, walah...

Oke, inilah tipsnya. jeng jeng...

Jika Anda punya rumah, dan harganya di atas harga mobil yang saya sebutkan di atas, maka bersiap- siaplah Anda punya mobil. walah. Tapi jika tidak, maka jangan dipaksakan ya, kecuali Anda punya uang separuh dari harga mobil itu. Terus bagaimana jika tidak punya rumah? Minta uang saja sama mertua, huahaha....

Caranya, rumah itu digadaikan ke bank. eh bukan rumahnya, tapi sertipikat rumahnya. Bilang kepada bank, Anda sedang butuh fresh money. Ajukan kredit di atas harga mobil itu. Kenapa? Karena biasanya bank hanya mengapraisal (menyetujui) 80-90 persen kredit dari harga rumah. Gunanya, saat kredit macet, bank bisa menjual rumah itu di bawah harga pasaran. Selain itu, biasanya ada biaya administrasi plus asuransi, jadi plafon kredit yang kita ajukan pasti berkurang. (makanya ajukan kredit di atas harga mobil. Kecuali Anda punya uang simpanan).

Lalu, apa syarat mengajukan kredit ke bank? Ya seperti biasa lah, foto copy KK, KTP, surat nikah, SK pegawai, foto, IMB, sertipikat rumah, NPWP, dan PBB. Jika itu sudah lengkap, bagian apraisal bank akan survey rumah untuk mengetahui layak tidaknya kredit dicairkan. Jika semua sudah oke, uang langsung ditransfer ke rekening.

Nah, jika uang sudah cair, langsung belikan mobil secara cash. Lha enak to...

Ya, dengan cara ini angsuran kredit mobil Anda tentu jadi lebih murah. Kalau Anda pilih mengangsur langsung ke dealer mobil, tentu saja jatuhnya lebih mahal karena biasanya dealer hanya mau memberi masa kredit mobil tiga tahunan saja. Sedangkan jika Anda menggadaikan rumah, bank mau memberi masa kredit hingga 15 tahun. Jadi, tentu saja angsuran bulanan dengan cara ini lebih murah.

Untuk kredit mobil seharga Rp 150-200 jutaan, kemungkinan angsurannya sekitar Rp 4-5 juta per bulan. Itu belum ditambah uang muka sebesar 20-30 persen. Jadi, angsuran bulanannya sangat berat untuk pegawai bergaji kurang dari Rp 7 jutaan. Sementara jika Anda mengangsur dengan cara di atas, tentu lebih murah karena masa kreditnya bisa sampai 15 tahun. Nah itu lah enaknya investasi rumah atau properti.

Berdasarkan pengalaman utang di bank. (walah opo to iki, pengalaman utang kok bangga). Utang sebesar Rp 200 juta di Bank Mandiri, jika masa kredit selama 15 tahun, angsurannya sekitar Rp 2 jutaan per bulan. Bandingkan dengan utang di dealer yang cicilannya Rp 4-5 juta per bulan, tentu jadi lebih ringan kan. Sementara jika utang di Bank BTN, angsurannya lebih mahal, bisa Rp 2,5 jutaan per bulan.

Trus, jika Anda ingin angsuran lebih murah, ya mobilnya dipakai untuk bisnis. Bisa direntalkan, bisa dipakai untuk naksi gelap, ngojek, atau untuk bisnis lainnya. Hasil ngojek bisa dipakai untuk membantu angsuran. enak to, selamat mentjoba yaw, semoga bermanfaat...

Bandjarmasin, 11 Feb 2012

lanjut......

Minggu, 05 Februari 2012

langkah ketjil


Pepatah bijak mengatakan, perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah pertama. Begitu juga puncak-puncak gunung tertinggi, bisa ditakhlukkan dengan langkah kecil pertama. Artinya, betapapun besarnya cita-cita atau gagasan, tanpa pernah dimulai, hanya akan menjadi gagasan yang akan menyesakkan otak. Bahkan bisa membebani hidup karena gagasan besar yang tidak tercapai bisa memunculkan kegelisahan.

Jadi, langkah pertama, betapapun kecilnya langkah itu, sangat dibutuhkan untuk mencapai cita- cita sebesar apapun itu. Langkah pertama, bisa jadi merupakan sebuah test case untuk menguji keberanian kita. Diperlukan keberanian untuk melangkahkan kaki atau bertindak untuk mencapai kesuksesan.

Master motivator nasional, Tung Desem Waringin secara jeli menggambarkan, banyak orang belajar dan tidak pernah bertindak, maka hasilnya nol besar. Banyak orang bertindak dan tidak pernah belajar maka hasilnya cuma begitu-begitu saja dan tidak berkembang. Seperti mangkuk rezeki, kalau kita tidak pernah belajar untuk memperbesar rezeki kita, maka rezeki yang berlimpah terus tumpah karena mangkuk rezeki kita tidak bertambah besar.

Saya yakin teman-teman punya banyak keinginan atau cita-cita. Terkadang, muncul niat untuk memulainya, tapi kita tak pernah punya keberanian untuk memulainya. Kita selalu takut akan sesuatu. Takut adanya halangan yang bisa merintangi kita dalam menggapai cita-cita. Padahal ketakutan- ketakutan itu belum terjadi, bahkan mungkin setelah dijalani, ketakutan itu justru tak pernah ada.

Nah, bagi teman-teman yang menggelisahkan masa depannya. Atau yang sudah bosan dengan gaji segitu-segitu saja, hidupnya pas-pasan, atau bahkan masa depannya suram, ada tips menarik dari Tung Desem Waringin. "Menjadi kaya raya tentu impian semua orang. Kerja keras bukanlah hal utama yang Anda butuhkan. Sebuah rencana hidup yang cepat dan tepat akan memudahkan Anda mencapai kekayaan," begitu kata Pak Tung memulai emailnya.

Menurutnya, jika mau membangun rumah, sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama Anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya. Dan biasanya orang menyebut itu rencana menjadi kaya.

Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang, tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya. Ada beberapa tips menurutnya. Pertama: Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun.
Kedua: Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go! Ketiga: Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut. Keempat: Gunakan faktor kali atau leverage. Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact,Expertise) dari orang lain. Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda? Silakan bergerak, saat ini juga.

Sebagian dari kita punya ide untuk merancang masa depan. Tapi, sebagian besar dari kita tidak tahu cara mencapai atau menjalankan ide itu. Akibatnya, langkah kita jadi terhenti. Nah, bagi yang sudah punya ide besar, tapi tak tahu cara menjalankannya, ada ide menarik untuk dijalankan. Bahkan ide ini cukup nyeleneh. Cara menjalankannya pun cukup mudah dan murah.

Dalam psycho cybernetic dijelaskan, untuk mencapai cita-cita, keinginan, atau merancang masa depan yang kita inginkan, bisa dilakukan hanya dengan menggambarkannya. Ya, sangat sederhana, hanya dengan membayangkan atau menggambarkannya. Sangat simpel bukan?

Itu bisa terjadi karena alam bawah sadar kita terhubung langsung dengan alam semesta, secara otomatis. Di situlah semua impian dan cita-cita bertemu dan diproses secara langsung. Kabar baiknya, alam bawah sadar kita hanya mengenal gambar-gambar visual, bukan kata-kata. Jadi, saat kita berdoa, upayakan sambil menggambarkan bahwa cita-cita kita itu telah kita capai.

Kebanyakan dari kita tentu sulit menggambarkan bahwa kita telah mencapai cita-cita. Bagi orang miskin, tentu sangat susah membayangkan punya uang miliaran dan rumah serta mobil mewah. Bagi pengangguran, tentu saja sulit membayangkan diri menjadi seorang pengusaha sukses. Itu bisa dimengerti karena terkait dengan mentalitas yang telah terbentuk dalam diri kita.

Makanya ada pepatah mengatakan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Awalnya saya hanya menganggap pepatah itu sebuah kalimat biasa, tapi belakangan saya ketahui bahwa orang kaya bisa makin kaya karena tiap hari ia bergelimang dengan kekayaan. Alam bawah sadarnya merekam gambar-gambar keberlimpahan dan kekayaan. Seluruh inderanya merasakan keberlimpahan, seperti naik mobil mewah, makan di restoran mewah, punya uang banyak, dan segala perasaan keberlimpahan. Sementara orang miskin makin miskin karena gambar yang ada di alam bawah sadarnya berisi keterbatasan dan kekurangan.

Nah, sekarang jadi jelas, untuk merencanakan masa depan, bisa dimulai dengan menggambarkannya. Jika masih sulit menggambarkan masa depan yang kita inginkan, atau sulit menggambarkan cita-cita yang kita inginkan, bisa dibantu dengan gambar-gambar yang ada di majalah atau koran. Gunting gambar-gambar itu, lalu tempelkan di tempat-tempat yang sering kita lihat. Sesering mungkin rasakan bahwa itu semua adalah milik kita. Gunakan seluruh indera kita untuk merasakan keberhasilan itu.

Cepat lambatnya pencapaian cita-cita itu tergantung kelihaian kita merasakan bahwa itu semua adalah milik kita. Semakin kita fokus, semakin baik. Dalam Law of Atraction (LoA) atau hukum tarik menarik, jika kita fokus, alam semesta langsung mengirim semua hal yang terkait dengan yang kita inginkan secara otomatis. Hukum LoA: sesuatu hal bergerak menarik hal-hal yang serupa dengannya. Jika kita membayangkan sesuatu, maka itulah yang dikirimkan kepada kita. Alam semesta tidak peduli yang kita gambarkan/bayangkan itu sesuatu yang baik atau buruk. Asal kita bayangkan, semua hal yang terkait dengan bayangan itu bergerak mendekati kita. Makanya berhati-hatilah membayangkan sesuatu. Gambarkan sesuatu yang baik-baik saja, biar kebaikan yang selalu dikirim untuk Anda. Selamat mencoba....

Banjarmasin, 5 Februari 2012

lanjut......

Minggu, 29 Januari 2012

cara menampilkan kotak komentar blogspot


Mulai hari ini ada yang berbeda di blog ini. Jika sebelumnya teman-teman pembaca ribet memberikan komentar karena harus pindah ke laman kotak komentar, kini bisa langsung memberikan komentar pada bagian bawah posting. Dengan demikian, teman pembaca akan mudah meninggalkan komentar di blog ini.


Perubahan ini saya buat karena terus terang saya juga malas memberi komentar di blog teman-teman yang punya background blogspot. Alasannya ya itu tadi, kita dibawa ke jendela lain untuk memberikan komentar. Padahal, terkadang pembaca blog hanya sekadar ingin iseng saja meninggalkan komentar. Jika mereka harus direpotkan oleh tatacara memposting komentar, tentu banyak pembaca blogspot yang malas. Ini sangat berbeda dengan wordpress yang sangat memudahkan pembaca blognya karena cara mengomentari posting sangat simpel.


Baiklah, saya akan berbagi cara menampilkan kotak komentar di bawah posting. Ini tidak saja memudahkan newbie yang memilih blogger, karena ternyata blogger yang sudah lama pun masih banyak yang tidak tahu caranya.Apalagi, kini tampilan dashboard blogger telah berubah total.


Inilah caranya: Saat masuk ke dashboard blogger, kita dihadapkan pada tampilan dengan kotak-kotak memanjang. Kotak pertama berisi simbol B atau Blogger di sisi kiri, dan pemilik akun di sisi kanan. Kotak kedua sisi kiri berisi pemilik blog, dan sisi kanan berisi bahasa dan bantuan. Kotak ketiga berisi spam dan seputar pertanyaan. Nah kotak keempat, berisi blog baru, nama blog, buat entri (gambar pensil), buka entri dan lihat blog.


Pada kotak "buka entri" ada gambar panah ke bawah. di situ ada banyak pilihan, mulai dari post, laman, komentar, statistik, tata letak, template, dan setelan. Klik pada kata "setelan" dan pilih "pos dan komentar". Pada pertanyaan lokasi komentar, ada banyak pilihan seperti: tersemat, halaman penuh, jendela munculan dan sembunyikan. Pilihlah "tersemat", lalu pilih simpan setelan (letaknya ada di kanan atas). Nah setelah itu, Anda cek blog dengan melihat bagian bawah posting. Jika telah muncul kotak komentar, berarti Anda berhasil. Selamat mencoba....


Banjarmasin, 29 Januari 2012

lanjut......
Google