Senin, 03 Desember 2007

energi Tuhan

Saya menjadi agak tergila-gila dengan buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentau akhir-akhir ini. Karena, sangat cocok dengan apa yang saya pikirkan dan rasakan selama ini. Sama cara kerjanya dengan psiko sibernetik, quantum ikhlas ini mencoba menguak kekuatan bawah sadar manusia yang dahsyat itu. Bila anda punya cita-cita, dan ingin terkabul secara menakjubkan, quantum ikhlas ini layak jadi panduan anda.

Yang membuat saya tertarik dengan buku ini adalah, ilustrasinya dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti dan sangat masuk akal. Bahkan, CD gratis yang diselipkan dalam buku ini juga membuat pendengarnya merasa nyaman, sunyi, tenang dan damai. CD itu memuat rekaman suara kedamaian. Menurut Sentanu, suara air gemericik itu sudah diukur sesuai dengan gelombang atau getaran otak, brainwave manusia..

Saya tidak bermaksud berpromosi atau memprovokasi anda untuk membeli buku ini. Tapi ketika mencoba membaca buku ini sambil mendengar suara gemericik air dalam CD itu, tiba-tiba memang memunculkan ketenangan tersendiri.

Sentanu mencoba mengatakan, semakin halus, semakin tak tampak, akan semakin dahsyat kekuatannya. Begitu juga sebaliknya, semakin tampak besar, semakin lemah kekuatannya. Misalnya saja, kekuatan pikiran jelas lebih kuat dari kekuatan otot. Dan kekuatan bawah sadar jelas akan lebih kuat dari kekuatan pikiran.

Karya ini sangat cerdas menurut saya. Tidak saja metodenya yang sederhana dan mudah dimengerti, tapi juga penelitiannya tentang alam bawah sadar yang gamblang. Jelas, buku ini memprovokasi kita untuk berbuat kebaikan, mengajak orang untuk menuju kesuksesan. Soal berhasil atau tidak, tergantung sejauh mana anda mensyukuri hidup anda yang indah ini.

Menurutnya, semua benda yang ada di alam semesta ini, kalau dibelah-belah hingga ukuran yang tak terlihat, sesungguhnya hanya merupakan getaran atau energi yang sangat halus. Tapi, energi ini sangat dahsyat kekuatannya. Energi ini, dipercaya Sentanu sebagai kekuatan Tuhan.

Semua benda, kalau dibelah akan terdiri atas molekul, kalau diurai lagi menjadi atom, diurai lagi menjadi partikel, diurai lagi menjadi quanta yang kasat mata, dan dibelah lagi hanya merupakan energi vibrasi atau gelombang berkekuatan dahsyat. Dia menggambarkan, tenaga atom yang saat ini sudah bisa diukur dengan sebuah alat ciptaan manusia saja begitu dahsyat, bagaimana dengan quanta, atau bahkan energi vibrasi.

Sentanu percaya, dalam energi vibrasi inilah tangan-tangan Tuhan bekerja. Padahal, energi vibrasi itu ada dalam setiap benda, termasuk manusia. Dengan kata lain, dalam setiap manusia terkandung unsur energi vibrasi atau tenaga Tuhan itu. Tapi masalahnya, hingga saat ini baru sedikit orang saja yang mampu berdialog, bahkan memanfaatkan energi tak terbatas kekuatannya ini.

Getaran energi ini, karena begitu dahsyatnya, bisa mengubah nasib seseorang. Bahkan, bila energi ini disalurkan secara benar, bisa membuat manusia mewujudkan semua impiannya. Apapun manusia, karena energi ini adalah tangan Tuhan.

Kunci untuk menggunakan energi vibrasi ini, menurut Sentanu adalah dengan keikhlasan. Keikhlasan yang tidak hanya diucap dimulut saja, tapi benar-benar muncul dari dalam hati nurani. Dengan ikhlas, semua keinginan manusia akan terwujud secara OTOMATIS. Apapun itu.

kekayaan Tuhan itu begitu berlimpah dan tak terbatas. Dan Tuhan menyediakan itu semua untuk seluruh ciptaannya, termasuk manusia yang dicipta paling sempurna. Bila hanya ingin menjadi orang SUPERKAYA saja, itu bukan pekerjaan yang berat. Karena, tangan Tuhan ikut mewujud secara otomatis dalam energi vibrasi itu.

Kegagalan atas semua permintaan dan keinginan hati nurani yang terjadi, lebih karena sikap manusia sendiri yang menghalanginya. Manusia tidak pernah sepenuhnya yakin atas energi ini. Padahal energi ini bekerja pada tataran itu, totalitas.

Manusia lebih banyak mengeluh, banyak protes, dan lebih banyak berpikiran negatif, tentang apa saja. Pikiran-pikiran negatif inilah yang direkam alam bawah sadar manusia, dan diwujudkan secara otomatis oleh energi ini. Energi ini akan mewujudkan hal itu, bahkan tanpa diminta sekalipun.

Makanya, ungkapan yang mengatakan "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin," adalah betul. Orang kaya bertambah kaya karena setiap hari, setiap menit, setiap detik selalu memikirkan kekayaannya, selalu bergelimang dengan kesenangan dan hal-hal yang positif. Sementara orang-orang miskin selalu mengeluh, selalu merasa terbatas, dan selalu terbelenggu oleh kemiskinannya. Akibatnya, alam bawah sadar menangkap rekaman itu dan mewujudkannya secara otomatis. Bagaimana dengan kita....

salam,

Banjarbaru, Kalsel
Senin, 3 Desember 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar